Anomali Indian Ocean Dipole (IOD) Penyebab Perubahan Iklim di Wilayah Tropis

Oleh: Chairil Amin Saputra

Indian Ocean Dipole (IOD) merupakan fenomena anomali antara lautan dan atmosfer yang terjadi akibat perbedaan suhu muka laut antara Samudra Hindia Bagian Barat (Laut Arab) dan Samudra Hindia Bagian Timur (Bagian Barat Pulau Sumatera). Fenomena tersebut berdampak pada sirkulasi atmosfer laut tropis yang sangat berpengaruh terhadap sistem iklim global. Pola cuaca ekstrim atau dipole tersebut menyebabkan satu wilayah mengalami curah hujan lebih tinggi dari rata-rata sedangkan wilayah lainnya mengalami kekeringan dengan intensitas tinggi.

Fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) dibagi menjadi dua fase utama, yaitu fase positif dan fase negatif.Pada akhir tahun 2022 hingga awal tahun 2023 lalu, para peneliti mengidentifikasi adanya IOD fase negatif dimana air di sisi barat yang berbatasan dengan negara-negara Afrika Timur seperti Kenya, Ethiopia, dan Somalia lebih dingin daripada air di sisi timur menuju Indonesia. Berdasarkan hasil analisis pergerakan massa air, kondisi air yang lebih hangat membawa curah hujan yang lebih besar ke wilayah Indonesia, sedangkan air yang lebih dingin membawa cuaca kemarau ekstrim ke wilayah Afrika Timur.

Hal tersebut sesuai dengan peristiwa IOD baru-baru ini. Misalnya pada bulan Oktober 2022 hujan lebat menyebabkan banjir dan tanah longsor di Pulau Jawa dan Sulawesi. Sebaliknya di Ethiopia, Kenya, dan Somalia mengalami kekeringan ekstrim yang mengancam keberlanjutan kehidupan. Sebagai contoh perubahan yang lebih ekstrim ketika mengeringnya Danau Victoria yang merupakan salah satu danau terbesar di dunia.

Perubahan iklim secara anomali akibat fenomena IOD sudah tidak dapat dihindari, tetapi hal tersebut dapat diantisipasi untuk mengurangi dampak yang mungkin akan terjadi. Salah satunya dengan cara memantau perkembangan IOD melalui lembaga-lembaga meteorologi dan sumber informasi cuaca terpercaya, selain itu juga diperlukan persiapan rencana darurat dan kesiapsiagaan untuk menghadapi kemungkinan dampak ekstrem, seperti banjir, kekeringan, atau cuaca ekstrem.

Leave a Reply