
Ancaman Sampah Laut Terhadap Keberlanjutan Tradisi Tarek Pukat Aceh
Penulis: Sarah Sarwahita Tradisi Tarek Pukat Aceh merupakan salah satu budaya yang berkembang di masyarakat pesisir Aceh. Tradisi ini dilakukan oleh para Nelayan yang menangkap ikan secara kolektif dengan cara tradisional, yaitu menggunakan jala ikan. Tarek Pukat ini disebut-sebut sudah ada sejak masa Kesultanan Aceh pada abad ke-16. Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Lhokseumawe, Tgk Muhammad Djalil Hasan menjelaskan teknis dari pelaksanaan Tarek Pukat ini, yaitu dengan menebarkan jaring ikan sekitar 1 mil di lautan, dan salah satu sudut jaring berada di darat. Kemudian jaring dijatuhkan di lautan dengan membentuk posisi Letter U hingga





