
Kekayaan Diatom sebagai Instrumen Mitigasi di Tengah Ambisi Logam Tanah Jarang
Penulis: Muhammad Ramzy Andyan Mahendra Indonesia sedang membangun ambisi menjadi pemain global logam tanah jarang (Rare Earth Element/REE), dengan sumber utama berupa monasit sebagai produk ikutan tambang timah di Kepulauan Bangka Belitung. Namun ambisi ini bertumpu pada model ekstraksi laut dan pesisir yang selama puluhan tahun terbukti merusak terumbu karang, padang lamun, dan mangrove, sekaligus membawa risiko pencemaran logam berat dan radionuklida (torium) ke badan air. Di sisi lain, riset menunjukkan bahwa diatom dan mikroalga laut memiliki kapasitas biosorpsi yang relevan untuk menyerap REE maupun radionuklida dari perairan tercemar. Kajian ini menyandingkan kedua isu tersebut





