
Ketika Mangrove Menjadi Aset Karbon: Siapa yang Sebenarnya Mendapat Manfaat?
Penulis: Jasmine Puteri Pertama Ketika hutan bakau (mangrove) mulai dihitung bukan lagi sekadar sebagai tanaman penahan gelombang di tepi pantai, melainkan sebagai aset berharga penangkal krisis iklim, arah pembicaraan konservasi ikut berubah. Kini muncul pertanyaan baru: “Siapa yang memegang kendali atas nilai ekonomi tersebut dan bagaimana nasib warga pesisir yang sehari-hari menggantungkan hidup padanya?”. Selama ini, mangrove diakui karena fungsi fisiknya yang nyata, yakni penahan abrasi, benteng alami gelombang badai, serta menjadi rumah bagi kepiting, udang, dan ikan. Dalam dinamika iklim modern, ekosistem ini menyimpan potensi luar biasa sebagai penyerap karbon biru yang mengunci zat





