Oleh : Citra Nur Ilahiyah
Masyarakat adat Negeri Haruku memiliki sistem konservasi sasi, terdiri dari empat jenis yaitu Sasi Laut, Sasi hutan, Sasi lompa (spesifik untuk ikan lompa) dan Sasi dalam negeri. Sasi bukan sekadar praktik konservasi, tetapi juga sistem sosial-ekologi yang menjaga keseimbangan lingkungan dan budaya. Namun, perlu perhatian lebih terhadap hak tenurial agar keberlanjutan sasi tetap terjaga. Pada 1985, Masyarakat Haruku bahkan mendapatkan Kalpataru atas praktik perlindungan dari daratan sampai lautan mereka lewat sistem sasi.
Sasi dilakukan dengan sistem buka-tutup kawasan berdasarkan nanaku (membaca tanda-tanda alam). Kepala Kewang memimpin upacara panas sasi saat benih ikan muncul, lalu buka sasi dilakukan ketika ikan sudah dewasa
Hak Tenurial dalam Sasi
Menurut Ahli Peneliti Utama BRIN, Dedi Supriadi Adhuri, sistem tenurial adalah hubungan sosial yang menentukan siapa yang boleh menggunakan sumber daya tertentu, untuk waktu berapa lama, dan dalam kondisi apa. Pengertian ini diadopsi dari pedoman FAO. Tenurial merupakan hubungan yang dimiliki individu atau kelompok terhadap sumber daya di darat dan laut, baik yang diatur melalui hukum formal, hukum adat, maupun praktik tradisional.
Di dalam sistem ini terdapat lima hak tenurial dalam pengelolaan wilayah pesisir. Hak akses merujuk pada izin untuk memasuki atau melewati wilayah tertentu. Kemudian, hak eksploitasi berkaitan dengan wewenang untuk mengambil atau mengeksploitasi sumber daya di daerah tersebut. Selanjutnya, hak regulasi mengatur pemanfaatan dan transformasi wilayah guna mempertahankan atau meningkatkan nilainya. Selain itu, hak eksklusi memberikan kewenangan untuk menentukan siapa yang memiliki hak untuk mengakses suatu wilayah. Terakhir, hak alienasi memungkinkan seseorang atau kelompok untuk menjual atau menyewakan wilayah kepada pihak lain.
Hak-hak ini sebagian besar dikuasai oleh pemimpin adat seperti raja, tuan tanah, dan kewang. Dalam konteks masyarakat pesisir, hak tenurial berperan dalam mengatur hubungan sosial terkait penggunaan sumber daya laut dan darat.
Ancaman terhadap Keberlanjutan Sasi
Sasi menghadapi ancaman seperti, pertambangan dan kerusakan ekosistem (mangrove, terumbu karang, abrasi). sampah dan polusi, penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan. Untuk menjaga sasi, masyarakat menginisiasi program seperti pembibitan mangrove dan transplantasi terumbu karang
#MCPRDailyNews










