Perubahan Iklim vs Nelayan

Oleh; Rizal Fadhilah

Pendahuluan 

Akhir-akhir ini isu pemanasan global kian menghangat. Banyak sektor yang dapat merasakan akibat dari pemanasan global ini, salah satunya adalah sektor laut. Bagaimana tidak, kian hari bumi makin memanas yang mengakibatkan semakin panas pula permukaan laut. Bahkan pemanasan global ini diperkirakan akan semakin meningkat sampai  2.5°C pada tahun 2100. Penyebab dari semakin memanasnya bumi didominasi oleh aktivitas manusia, seperti deforestasi, penggunaan bahan bakar fosil, dan kegiatan lainnya. Perubahan iklim banyak memberikan dampak terhadap manusia dan khususnya terhadap lingkungan. Dari mulai meningkatnya suhu permukaan, kekeringan, perubahan sistem iklim, dan berubahnya struktur lautan. Berubahnya struktur lautan disini dalam artian meningkatkan suhu dan volume lautan. Kondisi yang cukup miris akibat adanya perubahan iklim dan pemanasan global ini terjadi di wilayah kutub yang membuat banyak es yang mencair. Perlu diketahui bahwa dengan mencairnya es di kutub akan membuat beberapa sektor terdampak. Kenaikan muka air yang terjadi dapat memberikan dampak yang buruk seperti banjir, erosi dan hilang/memburuknya ekosistem laut, pesisir dan pantai, seperti terumbu karang, hutan bakau, dan keanekaragaman hayati.

Dampak Perubahan Iklim Terhadap Nelayan

Perubahan iklim menjadi permasalahan utama bagi semua orang, termasuk bagi nelayan. Dengan adanya perubahan iklim yang terjadi terdapat beberapa dampak yang dirasakan oleh para nelayan. Sebanyak 75% kota besar di Indonesia berada di daerah pesisir, yang menjadikannya sangat rentan terhadap perubahan iklim. Bagi nelayan, dampak langsung perubahan iklim adalah peningkatan risiko melaut di tengah ketidakpastian cuaca, yang dapat menyebabkan mereka tidak lagi dapat melaut dan kehilangan mata pencaharian mereka. Ditambah lagi, banjir dan erosi pantai dapat merusak tambak ikan, udang, mangrove, dan ladang garam di pantai, menurunkan produktivitas masyarakat pesisir. 
Bagi nelayan jika hasil produksi ikan menurun, maka itu akan berpengaruh terhadap pendapatan mereka. Penurunan hasil tangkapan ikan biasanya disebabkan oleh pengaruh iklim, seperti gelombang yang tinggi, pengaruh musim, seperti angin muson barat yang membawa curah hujan, dan cuaca ekstrim yang mencegah nelayan untuk melaut. Hasil tangkapan ikan akan mulai stabil apabila cuaca dapat bersahabat dengan nelayan, seperti cuaca yang mudah diakses.Terlebih dalam kondisi perubahan iklim yang sekarang dimana kondisi cuaca yang menjadi sulit ditebak dan menjadi lebih ekstrem dari biasanya akan menyebabkan nelayan cukup kesulitan pergi melaut untuk menangkap ikan.

Leave a Reply