Oleh: Rangga Adithya Mulya
Pendahuluan
Efek gas rumah kaca menjadi sebuah isu yang menjadi perhatian dunia. Pasalnya efek yang dihasilkan dari gas rumah kaca ini menyebabkan kenaikan suhu bumi meningkat drastis. Intergovermental panel on climate change atau yang biasa di sebut sebagai IPCC menyatakan kenaikan suhu global sudah dimulai sejak abad ke 20. Kenaikan suhu bumi meningkat drastic dari tahun 2016 sapai 2020 sebesar 1,02 °C dan pada tahun 2021 meningkat sebesar 0,85°C di bandingkan rata-rata peningkatan suhu dari tahun 1951-1980.
Kenaikan suhu bumi ini berakibat terdahap sebagain pesar ekosistem yang ada, hanya dalam 3 tahun lapisan es yang berada di artik mengalami penurunan hingga 16%. Satelit menunjukan dalam waktu 18 tahun terakhir es laut yang ada di Samudra artik telah kehilangan sepertiga volumenya atau sebesar 6000 kilometer kubik es telah mencair. Jika kita tidak dapat mengurangi efek gas rumah kaca ini tidak menutup kemungkinan lapisan es di Samudra lainpun akan ikut mencair dan terjadi kenaikan permukaan air laut, menyebabkan berkurangnya daratan khususnya di daerah pesisir Pantai.
Dampak dari Mencairnya Es di Samudra Artic
Mencairnya es menyebabkan meningkatnya tinggi muka air hal ini tentu saja berdampak buruk bagi para masyarakat yang tingal di wilayah artic itu sendiri. Dengan meningkatnya tinggi muka air laut membuka kemungkinan terjadinya perubahan garis Pantai itu sendiri. Hal ini terjadi apa bila jika tinggi muka air laut meningkat akan tetapi garis Pantai tidak berubah hal ini menyebabkan fenomena yang dinamakan fenomena abrasi.
Tidak hanya terjadi perubahan garis Pantai, area pemukiman masyrakat pesisir pun akan tenggelam akibat kenaikan muka air laut ini fenomena banjir rob pun akan semakin sering terjadi dan terlihat di area pemukiman khususnya yang berada di dekat Samudra artic itu sendiri.
Tidak hanya berdampak pada kehidupan manusia saja kenaikan suhu dan kenaikan permukaan air laut akan sangat berdampak pada biota-biota yang ada, seperti beruang kutub yang tidak bisa menempati kutub lagi akibat mencairnya es. Ikan-ikan yang tidak bisa beradaptasi akibat kenaikan suhu bumi dan masih banyak lagi dampak-dampak yang terjadi akibat efek gas rumah kaca ini.
Apa yang Perlu Dilakukan?
Mencairnya es akibat efek gas rumah kaca tentu tidak jauh dari aktivitas kehidupan manusia itu sendiri, polusi-polusi yang terjadi akibat efek gas rumah kaca membawa dampak buruk tidak hanya pada manusia itu sendiri akan tetapi pada lingkungannya itu sendiri.
Penggunaan bahan bakar bensin menyebabkan kandungan Co2 menyebar di atmosfer. Penemuan-penemuan baru sedang dilakukan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar nonahan bakar non renewable dan di gantikan menjadi bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.
Efek gas rumah kaca ini tentu berdampak sangat signifikan pada bumi ini, sudah sepatutnya kita sebagai makhluk yang menempati bumi menjaga dan melestarikannya bukannya merusak bumi ini, menggunakan trasnportasi umum menajdi salash satu bentuk untuk mengurangi meningkatnya polusi dan pemansan global










