La Niña yang Berlangsung Lama dan Variabilitas Iklim Tropis

Oleh: Fadilla Nur Azizah

Ketika La Nina yang terjadi selama tahunan atau La Niña kuat pada rentang tahun 1970-1971, hanya pada tahun pertama yaitu 1970 merupakan pembentukan komposit La Nina tunggal, sedangkan pada tahun kedua (1971) peristiwa tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Pada pertengahan tahun 1970-an karakteristik ENSO mengalami perubahan secara mendadak. La Nina kuat yang terjadi setelah dari 1970, membentuk dua jenis La Nina multi tahun yang dikelompokkan menjadi SE2ML dan CPE2ML. CPE2ML adalah bentuk La Nina multi tahun yang muncul dalam beberapa dekade terakhir. SE2Ml merupakan tipe pertama yang mengikuti kejadian Super El Nino hingga La Nina multi-tahunan (SE2ML).

  Fenomena La Niña maupun El Niño telah diketahui memiliki periode siklus hidup yang dapat diprediksi selama fase siklus musiman. Namun, belakangan ini telah diidentifikasi bahwa La Niña dapat bertahan selama dua tahun ataupun lebih. Keberadaan La Nina selama beberapa tahun akan sangat terasa setelah terjadinya El Nino yang kuat. Saat La Nina tahun pertama, pemanasan konvektif di Pasifik Barat lebih besar selama musim panas di bandingkan dengan La Nina tahun kedua akibat La Nina pada tahun pertama berkembang setelah El Nino, sedangkan pada tahun kedua, La Nina yang terjadi disebabkan dari La Nina yang sebelumnya. Pemanasan dapat menguatkan angin pasat Pasifik Barat, yang menyebabkan peningkatan arus upwelling dan arus polar. Proses tersebut dapat mengubah terjadinya La Nina yang berkepanjangan dengan mempengaruhi awal mula El Nino sebelumnya dan awal serta kelangsungan La Nina. 

La Nina di wilayah tropis pasifik dapat mempengaruhi cuaca, laut, dan industri terutama pada industri perikanan di Selat Samudra Pasifik. La Nina yang berlangsung selama bertahun-tahun dapat menyebabkan terjadinya iklim ekstrem yang dapat berdampak pada masyarakat. Peristiwa La Nina kuat selama musim dingin pada bagian bumi utara memberikan dampak besar pada sirkulasi udara dan dapat menimbulkan kondisi kekeringan. La Nina yang berlangsung selama beberapa tahun dapat menyebabkan cuaca yang lembab dan banjir pada beberapa wilayah seperti Indonesia, Amerika Selatan tropis, Australia, dan Afrika Selatan. Sementara pada beberapa wilayah mengalami cuaca kering seperti pada Amerika Serikat bagian selatan, Afrika Ekuatorial, India, dan Cina bagian tenggara. Terjadinya anomali SST yang disebabkan oleh La Niña satu tahun yang hanya mempengaruhi cuaca di sekitar Pasifik Tengah Ekuator dan cenderung memiliki dampak yang lebih lemah. 

Untuk mencegah dampak buruk akibat fenomena La Nina kuat tersebut diperlukan model-model yang dapat memperkirakan mengenai bagaimana La Nina ekstrem akan berubah di masa yang akan datang. Namun, dalam studi tersebut sebagian model iklim terbaru masih tidak dapat mengikuti perkembangan kondisi suhu permukaan laut di wilayah tropis dengan baik. Hal tersebut menyebabkan sulit dalam menggunakan beberapa model untuk memahami bagaimana pemanasan di Pasifik Barat dapat mempengaruhi variasi ENSO dan La Nina yang berlangsung selama beberapa tahun. Untuk menangani permasalahan tersebut diperlukan penanganan kolaborasi ilmiah, perbaikan model, ketersediaan data yang lebih baik, dan penelitian lebih lanjut.

Leave a Reply