Arah Karbon Biru di Masa Depan Melalui Bidang Penelitian

Oleh: Yesi Deskayanti

Pemanasan iklim global menjadi masalah besar yang sangat berkaitan dengan kelangsungan hidup makhluk dan pembangunan yang dilakukan manusia. Penggunaan energi fosil menjadi salah satu penyumbang terbesar untuk perubahan iklim karena energi ini banyak digunakan manusia seperti minyak bumi, gas alam, dan batu bara. Pembakaran bahan bakar fosil tersebut merupakan reaksi eksoterm yang akan melepaskan energi dalam bentuk panas, cahaya, dan berbagai gas rumah kaca yang menjadi penyebab pemanasan global. 

Pembakaran Fosil Menyebabkan Pemanasan Iklim Global

Pembakaran fosil merupakan kegiatan pembakaran hidrokarbon yang bereaksi dengan oksigen. Dengan kata lain, pembakaran fosil menghasilkan karbon dioksida dan dinitrogen oksida, dimana keduanya merupakan gas rumah kaca berbahaya yang menutupi bumi dan memerangkap panas dari matahari. Untuk memerangi pemanasan iklim global, proses penyerapan serta penyimpanan karbon perlu dititik beratkan pada pengurangan emisi karbon yang banyak dihasilkan manusia.

Karbon-karbon yang banyak dihasilkan dari kegiatan manusia atau hal lain, diatur oleh bumi dengan mekanisme alami. Sebagian tetap berada di atmosfer dan sebagian lain diserap oleh ekosistem. Apabila dilakukan oleh ekosistem, penyerapan banyak dilakukan oleh ekosistem lautan sebanyak 2,3 PgC/tahun dibandingkan daratan yang hanya menyerap 1,5 PgC/tahun.

Konsep Blue Carbon

Dari sanalah muncul konsep Blue Carbon atau karbon biru dimana karbon biru. Konsep ini dibentuk oleh GRID-Arendal, Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) pada tahun 2009. Konsep ini menarik perhatian luas bagi seluruh penjuru dunia, baik pemerintah, ilmuwan, kelompok lingkungan hidup dan masyarakat terutama negara maritim.

Kelompok ilmuwan atau para peneliti menaruh perhatian lebih terhadap blue carbon. Potensi Blue Carbon untuk pengurangan emisi karbon dirasa besar dan diperlukan fokus yang lebih terkait hal tersebut. 

Blue Carbon pada Penelitian

Para peneliti menunjukkan peningkatan minat terhadap blue carbon dengan melakukan studi mendalam, menghasilkan lebih banyak data dan penelitian terkait, serta berpartisipasi dalam proyek-proyek yang bertujuan untuk memahami peran ekosistem blue carbon dalam mengatasi perubahan iklim dan menjaga keseimbangan ekosistem laut. 

Para peneliti biasanya akan berkolaborasi dengan pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan komunitas lokal untuk meningkatkan kesadaran dan mendukung upaya konservasi dan restorasi ekosistem blue carbon. Peningkatan perhatian ini bisa tercermin dalam publikasi ilmiah, seminar, konferensi, dan proyek-proyek penelitian yang khusus mengkaji blue carbon serta dampaknya terhadap mitigasi perubahan iklim.

Bagaimana Arah Blue Carbon di Tangan Peneliti

Para peneliti terus melakukan pembaharuan terkait penelitiannya mengenai Blue Carbon. Karbon Biru berkaitan dengan ekosistem laut dimana ekosistem itu sendiri terdiri dari zona pesisir, rawa, muara, lahan basah, lepas pantai, laut dangkal dan laut dalam. Dari ekosistem itu sendiri diperlukan pemeliharaan habitat agar penyerapan karbon terus optimal. Diperkirakan bahwa kapasitas karbon biru akan terus hilang dan laju hilangnya semakin meningkat setiap tahun disebabkan rusaknya ekosistem. 

Maka melalui hal tersebut, para peneliti memfokuskan penelitiannya terkait perumusan tindak penanggulangan dan perumusan kebijakan. Selain itu, para peneliti dari berbagai negara memfokuskan penelitian karbon biru pada deskripsi dan evaluasi distribusi dari habitat tertentu, kapasitas penyimpanan, dan penanggulangan. 

Penelitian mengenai karbon biru terus berproses, keterkaitan antara pasar global perdagangan emisi karbon dengan upaya penerapan rencana karbon biru di tingkat lokal, serta dorongan kebijakan untuk mendukung pelaksanaan rencana karbon biru di tingkat lokal dan pembentukan pasar perdagangan karbon biru di tingkat lokal.

Dengan adanya penelitian yang dilakukan untuk memantau perkembangan karbon biru atau inovasi terbaru yang dapat dihasilkan melalui karbon biru diharapkan karbon biru dapat digunakan secara optimal dan menjadi solusi terbaik untuk emisi karbon. Penelitian -penelitian ini juga diharapkan mampu menjadi acuan untuk pembentukan aksi dalam mencapai keberhasilan untuk penurunan iklim. Keseimbangan dalam penjagaan habitat juga penting dilakukan agar terus terjaga. Arah karbon biru dapa

Leave a Reply