Oleh: Muhammad Khairan Saptari
Pada abad ke-21 ini dunia sedang maraknya dikelilingi oleh gas rumah kaca. Salah satu gas rumah kaca yang terbanyak di atmosfer merupakan karbon dioksida (CO2). Gas ini berasal dari pembarakan bahan bakar fosil. Sebanyak 50% dari CO2 yang berada di atmosfer berasal dari pembakaran bahan bakar fosil selama 30 tahun terakhir. Karbon dioksida ini merupakan gas yang berbahaya untuk dihirup manusia dalam jumlah banyak.
‘
Diperlukan solusi alami untuk mengurangi gas rumah kaca yang terdapat di atmosfer. Solusi alami ini mengacu pada serangkaian tindakan pengelolaan yang meningkatkan penyerapan karbon oleh vegetasi dan merupakan salah satu pelengkap yang penting untuk melakukan dekarbonisasi.
Banyaknya ekosistem karbon biru yang rusak pada saat ini mulai mendapatkan perhatian khusus dari para pemangku kepentingan. Hal ini dikarenakan karbon biru sudah dianggap serius sebagai solusi iklim alami yang dapat memberikan manfaat tambahan utama yang sejalan dengan tanggung jawab sosial perusahaan.
Kondisi Ekosistem Karbon Biru Saat Ini
Mangrove dan padang lamun merupakan salah satu ekosistem karbon biru. Ekosistem karbon biru dapat memberikan banyak manfaat dan tempat untuk berbagai organisme hidup. Kemampuan ekosistem karbon biru dalam menyerap karbon dioksida yang terdapat di atmosfer dapat membantu dalam mengurangi jumlah karbon dioksida yang terdapat di atmosfer.
Namun, sayangnya ekosistem karbon biru merupakan salah satu ekosistem yang paling terancam di muka bumi ini. Diperkirakan sebanyak 340.000 hingga 980.000 hektar ekosistem ini dihancurkan pada setiap tahunnya. Sebanyak 67% dan setidaknya 29 % tutupan ekosistem mangrove global dan padang lamun hilang.
Apabila hal ini terus berlanjut pada tahun yang akan datanag, 30-40% ekosistem padang lamun dan ekosistem mangrove yang tidak dilindungi akan hilang dalam 100 tahun ke depan. Oleh karena itu, demi kelestarian mangrove permaslahan perubahan penggunaan lahan dan naiknya muka air laut perlu diatasi segera agar ekosistem karbon biru dapat bertahan.
Perbaikan Ekosistem Karbon Biru Demi Mendukung Ekonomi Yang Sehat
Minat dari berbagai perusahaan global telah berkembang terhadap solusi iklim alami. Banyak dorongan dari negara-negara G20 untuk pemulihan ekonomi hijau. Pemulihan terhadap ekonomi hijau dapat memberikan tingkat pengembalian investasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kembali pada bisnis seperti biasa.
Ekosistem karbon biru ini dapat mendukung perekonomian dari masyarakat pesisir. Salah satunya adalah ekosistem mangrove yang memberikan kontribusi terhadap ekonomi hijau dengan cara mendukung mata pencaharian masyarakat pesisir karena ekosistem mangrove sebagai sumber penangkapan ikan dan area yang efektif untuk memancing. Oleh karena itu, dengan adanya ekosistem karbon biru ini dapat membantu keuangan masayrakat pesisir.
Untuk meningkatkan pasokan kredit dari karbon biru diperlukan identifikasi dan mengatasi berbagai kenadala fisik, sosial, dan keuangan. Permaslahan keuangan, rekam jejak proyek perbiakan ekosistem biru yang pendek dibandingkan solusi iklim lainnyam dan keputusan tata kelola yang lebih luas akan mempengaruhi perbaikan ekosistem karbon biru. Jika permasahan tersebut tidak diatas perbaikan ekosistem biru akan semakin sulit untuk dilaksanakan. Oleh karena itu, diperlukan adanya investasi dari pemangku kepentingan agar proyek dari perbaikan karbon biru ini dapat dilaksanakan.










