Cop28: Penanggulangan Perubahan Iklim melalui Kerjasama Multilateral

Oleh : Ghelby Muhammad Faid

The Conference of the Parties (COP) adalah pertemuan puncak pembahasan iklim internasional. Sejak tahun 1995, telah diadakan setiap tahun kecuali para negara anggota memutuskan sebaliknya. Di COP, para pemimpin dunia berkumpul untuk bekerja sama mencari solusi untuk mengatasi perubahan iklim. Hingga tahun ini ada 199 pihak (198 Negara ditambah Uni Eropa) yang tergabung dalam COP.

Konferensi COP ke 28 (Cop28) akan digelar pada tanggal 30 November hingga 12 Desember 2023 di Dubai. Sultan Al Jaber, presiden KTT iklim PBB Cop28 telah memaparkan rencana aksinya yang mencakup semua aspek utama untuk mengatasi perubahan iklim, berdasarkan Kesepakatan Paris 2015.

Berikut beberapa hal yang ada pada rencana aksi oleh presiden KTT Cop28:

Target 1,5°C

Perjanjian Paris mengharuskan negara-negara untuk menahan kenaikan suhu global “jauh di bawah 2°C” sambil mengejar upaya untuk tetap berada pada ambang batas1,5°C. Sejak 2015, sains telah menunjukkan bahwa peningkatan sebesar 2°C akan menimbulkan dampak bencana, sehingga pada Cop26 pada tahun 2021 pemerintah sepakat untuk fokus pada tujuan yang lebih ketat yaitu dengan ambang batas 1,5°C.

Tahun lalu, beberapa pemerintah mencoba membatalkan komitmen terhadap target 1,5°C. Hal ini menimbulkan tantangan baru bagi Cop28 yaitu untuk memastikan pelaksanaan komitmen yang baik di seluruh anggota pemerintahan.

Inventarisasi global

Di Cop28, para pemerintah untuk pertama kalinya akan melakukan inventarisasi global yang akan memantau kemajuan yang telah dibuat negara-negara dalam komitmen pengurangan emisi-yang dikenal sebagai “nationally determined contributions” atau NDC-yang mereka buat di Paris.

Inventarisasi global ini akan menjadi patokan apakah dunia telah keluar jalur dalam upaya pemenuhan tujuan Parisnya atau tidak. Semua negara anggota akan diminta untuk menyerahkan NDC yang diperbarui per bulan September 2023, yang cukup tangguh untuk memenuhi target 1,5°C.

Energi bersih

Komitmen untuk menggandakan efisiensi energi, melipatgandakan kapasitas energi terbarukan menjadi 11.000GW secara global, dan menggandakan produksi hidrogen menjadi 180 juta ton per tahun pada tahun 2030 akan dibahas dan diserahkan kepada para pemerintah di Cop28, dan diharapkan akan disetujui.

Cop28 hanya akan sukses jika kepresidenannya, Uni Emirat Arab, mengesampingkan kepentingan industri minyak dan gas dan memfasilitasi hasil yang jelas tentang perlunya penurunan produksi dan penggunaan bahan bakar fosil, serta pemanfaatan energi angin dan matahari secara cepat. Satu-satunya cara kita membangun sistem energi baru yang bersih dan adil adalah dengan secara aktif menghapus yang lama.

Pendanaan iklim

Negara-negara berkembang sudah menghadapi kehancuran akibat dampak krisis iklim, dan mereka kekurangan dana untuk mengalihkan ekonomi mereka ke kegiatan rendah CO2. Namun, pendanaan iklim yang saat ini tersedia bagi mereka terlalu sedikit, terlalu sulit diakses, dan condong ke arah negara yang lebih kaya di antara mereka.

Cop28 akan menyerukan “transformasi komprehensif” dari Bank Dunia dan lembaga keuangan internasional lainnya, dan agar pendanaan sektor swasta didatangkan untuk memastikan bahwa komitmen jangka panjang oleh negara-negara kaya untuk memberikan $100 miliar per tahun kepada negara-negara miskin, yang seharusnya dipenuhi pada tahun 2020 tetapi belum tercapai, akhirnya tercapai. Cop28 pun akan membahas untuk penggandaan keuangan bagi negara-negara berkembang untuk beradaptasi dengan dampak iklim.

Leave a Reply