Oleh: Ghelby Muhammad Faid
Wilayah perairan dengan biota yang beragam memberikan berkah tersendiri bagi Indonesia mulai dari sektor pariwisata hingga ekonomi. Tentunya, ekosistem perairan Indonesia harus terus dijaga sehingga manfaatnya bisa terus dirasakan oleh generasi mendatang. Dalam rangka upaya perlindungan, sepuluh persen wilayah perairan Indonesia berstatus dilindungi. Pemberian status perlindungan kepada wilayah-wilayah perairan Indonesia merupakan langkah awal yang baik untuk mencapai wilayah perairan yang berkelanjutan.
Studi terbaru yang diterbitkan oleh jurnal Biological Conservation menemukan fakta bahwa tidak ada satupun Kawasan Konservasi Perairan (KKP) di Indonesia yang memiliki manajemen yang baik dan berkelanjutan berdasarkan standar pemerintah. Kekurangan ini membuat KKP di Indonesia tidak memberikan pengaruh sebagaimana yang diharapkan dalam rangka mencapai target-target yang telah ditetapkan oleh pemerintah, sebut saja target untuk memiliki 30% KKP di tahun 2045.
Faktor utama yang menyebabkan manajemen yang kurang efektif yaitu sarana dan prasarana, kurangnya dukungan keuangan, perencanaan keuangan yang buruk, dan sumber daya manusia. Faktor minor yang juga mendukung terjadinya hal tersebut yaitu pengetahuan masyarakat yang rendah dan kondisi sosial ekonomi.
Studi ini pun menemukan perbedaan efektivitas manajemen antara KKP yang dikelola oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. KKP yang dikelola oleh pemerintah pusat memiliki kinerja yang lebih baik daripada yang dikelola oleh pemerintah daerah. Hal tersebut menunjukkan bahwa KKP yang dikelola oleh pemerintah daerah menerima inkonsistensi dukungan terutama dalam hal pendanaan karena tidak bisa dipungkiri keuangan memainkan peran yang vital dalam manajemen. Selain itu, KKP dengan usia lebih dari tiga tahun menunjukkan manajemen yang lebih baik daripada KKP lebih muda yang menunjukkan pentingnya dedikasi dan efektivitas manajemen.
Indonesia merupakan rumah bagi biota-biota laut yang beragam khususnya di wilayah timur yang termasuk dalam wilayah Segitiga Terumbu Karang Pasifik. Keanekaragaman hayati laut Indonesia memiliki peran penting dalam pasokan makanan laut domestik dan global. Posisi vital tersebut harus disikapi sebaik-baiknya sehingga keanekaragaman hayati ini memberikan dampak positif bagi Indonesia dan dunia. Perbaikan manajemen KKP merupakan langkah yang harus terus dilakukan demi tercapainya pengelolaan dan pemanfaatan wilayah perairan yang berkelanjutan.










