Oleh: Rangga Adithya Mulya
Program konservasi terumbu karang merupakan suatu program yang dilakukan oleh Pemerintah guna melindungi, merehabilitasi, dan mengelola pemanfaatan terumbu karang secara resmi, program ini dinamakan COREMAP (Coral Reef Rehabilitation and Management Program). Pada saat ini program COREMAP sudah mencapai tahap III dimana pada tahap ini sudah ditetapkan sistem pengelolaan terumbu karang. COREMAP dibuat dengan 3 tujuan, diantaranya:
- Mempertahankan Konservasi keanekaragaman hayati dan pengelolaan ekosistem terumbu karang;
- Memperkuat kapasitas masyarakat dan intuisi lokal untuk mengelola ekosistem dan sumber daya terumbu karang; dan
- Menurunkan angka kemiskinan di kalangan masyarakat pesisir.
COREMAP sudah dilaksanakan pada salah satu daerah kepulauan Indonesia yakni Pulau Enggano, dalam penerapannya COREMAP berada dalam Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Pulau Enggano. Dipilihnya Pulau Enggano sebagai tempat KKP tidak lain merupakan permintaan dari masyarakat adat sekitar itu sendiri.
Perubahan iklim, matinya terumbu karang, hingga banyaknya eksploitasi Sumber Daya Alam (SDA) yang terjadi membuat masyarakat Pulau Enggano meminta pemerintah untuk menjadikan Pulau Enggano menjadi pulau konservasi agar dapat beradaptasi dengan perubahan iklim yang terjadi dan terlindungi dari ancaman eksploitasi.
Tentu saja, dinyatakannya Pulau Enggano sebagai pulau konservasi harus melibatkan masyarakat sekitar Pulau Enggano, dilibatkannya masyarakat Pulau Enggano tidak hanya semena-mena untuk menghargai perasaan masyarakat pulau, akan tetapi melibatkan masyarakat dalam perencanaan untuk mengembangkan konservasi khususnya konservasi terumbu karang di Pulau Enggano.
Peran Masyarakat
Masyarakat menyambut baik keterlibatannya dalam program konservasi terumbu karang, pasalnya masyarakat Pulau Enggalo sendiri sangat menanti bantuan dari pemerintah untuk menjadikan Pulau Enggano sebagai pulau konservasi.
Pemerintah memberikan akses kemudahan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam program tersebut berupa partisipasi masyarakat dalam pembuatan kebijakan, strategi, dan ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan program COREMAP. Dalam pelaksanaanya masyarakat Pulau Enggano khususnya masyarakat adat ingin tetap untuk mempertahankan kearifan lokal dan budaya yang sudah ada sebelumnya.
Tahap pelaksanaanya sendiri masyarakat Pulau Enggano berperan aktif dalam pelaksanaan program konservasi terumbu karang tersebut. Menurut survei yang sudah dilakukan, sebanyak 89,20% masyarakat aktif berpartisipasi dalam pelaksanaan program tersebut dan sebanyak 79,00% masyarakat Pulau Enggano paham dan mengerti maksud dan tujuan dari program konservasi terumbu karang.
Respon Positif Masyarakat
Masyarakat Pulau Enggano menanggapi dengan positif peran yang diberikan oleh pemerintah melalui pengelolaan program konservasi terumbu karang tersebut. Hal ini dikarenakan mendapatkan pemahaman tetap untuk mempertahankan budaya, dan kearifan lokal yang ada, tidak hanya itu masyarakat pulau pun mendapatkan pemahaman yang baik dan mendapatkan penghasilan yang lebih dari program COREMAP tersebut.
Program COREMAP menjadikan terumbu karang yang ada di Pulau Enggano terjaga dan memberikan daya tariknya sendiri, sehingga dapat menarik perhatian para wisatawan yang tentunya secara tidak langsung dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Pulau Enggano. Meningkatnya perekonomian tersebut membantu masyarakat Pulau Enggano untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
Pemerintah sudah bekerja sangat baik dalam program COREMAP ini dengan melibatkan masyarakat daerah Pulau Enggano, dengan melibatkan masyarakat Pulau Enggano untuk berperan aktif dalam proses dan pengerjaan program COREMAP ini ditambah pemerintah membuka pintu untuk masyarakat Pulau Enggano mendapatkan pendapatan untuk meningkatkan perekonomian Pulau Enggano itu sendiri.










