Konsep Ekonomi Biru Demi Menunjang Kehidupan Masyarakat Pesisir

Oleh: Muhammad Khairan Saptari

Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi. Indonesia memiliki 47 jenis ekosistem yang dimana 17% terdiri dari spesies flora dan fauna dari seluruh dunia. Namun, sumber daya alam yang dimiliki tersebut sering dilakukan eksploitasi. Eksploitasi sumber daya alam ini berpotensi menyebabkan kerusakan pada lingkungan yang lebih luas pada lingkungan yang terkena eksploitasi. 

Ekonomi biru merupakan suatu konsep pendekatan pembangunan yang tidak melakukan eksploitasi terhadap sumber daya alam, serta eksploitasi lingkungan yang berlebihan. Konsep ekonomi biru ini mempraktekkan ekonomi untuk jangka panjang dengan cara menggerakkan perekonomian yang mengandung karbon yang rendah.

Pelaksanaan ekonomi biru akan memberikan keuntungan untuk Indonesia, terutama pada sektor maritim Indonesia. Ketidakmampuan pada wilayah daratan untuk mennunjang kesejahteraan masyarakat pesisir dapat teratasi melalui konsep ini. Pengembangan ekonomi biru telah diupayakan melalui Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2017 tentang Kebijakan Kelautan Indonesia. Konsep ekonomi biru ini dapat menjaga ekosistem yang terdapat pada wilayah pesisir agar tetap dijaga kelestariannya, sehingga masyarakat pesisir dapat terus memanfaatkan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki. Oleh karena itu, konsep ini memiliki peran penting dalam kesejahteraan masayrakat pesisir.

Pentingnya Konsep Ekonomi Biru Untuk Indonesia

Wilayah pesisir merupakan wilayah dengan potensi perikanan, kelautan, pedagangan, dan wisata bahari yang luas. Dengan adanya konsep ekonomi biru akan memberikan peluang ekonomi baru, ketahanan pangan, pengentasa kemiskinan, dan sumber mata pencaharian yang berkelanjutan melalui menjaga keutuhan fungsi ekosistem laut.

Banyaknya ekosistem yang rusak disebabkan oleh aktivitas-aktivitas ilegal yang dilakukan oleh manusia, membuat sumber daya alam yang dimiliki wilayah pesisir Indonesia tidak berkelanjutan. Hal ini dikarenakan banyaknya ekosistem pesisir yang rusak, sehingga sumber daya alam yang dimiliki wilayah pesisir berkurang tanpa bisa direstorasi kembali.

Hal tersebut merupakan alasan mengapa konsep ekonomi biru ini menjadi penting untuk Indonesia. Konsep ekonomi biru yang disusun oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah mempunyai lima program prioritas yang dimana salah satunya adalah tentang perluasan kawasan konservasi laut sebanyak 30 persen. Tujuan dilakukannya program ini adalah untuk memelihara keterseidaan sumber daya ikan yang ada di Indonesia.

Manfaat Konsep Ekonomi Biru Untuk Masyarakat Pesisir

Selain menjaga kelestarian sumber daya alam, ekonomi biru juga dapat membuka peluang investasi, membuka lapangan pekerjaan, dan pemerataan pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, jika konsep ekonomi biru ini dapat berjalan dengan optimal dapat mendukung kesejahteraan masyarakat.

Dengan pemanfaatan sumber daya kelautan secara berkelanjutan ini melalui konsep ekonomi biru dapat menyeimbangkan antara ketersediaan sumber daya alam dan pemanfaatannya. Ekonomi biru ini dapat dilihat sebagai tindakan pengembangan ekonomi rakyat secara komprehensif yang berguna untuk mencapai pembangunan nasioanl secara keseluruhan. Pembangunan dengan basis ekonomi biru akan bersinergi dengan pelaksanaan triple stack strategy, yaitu program pengentasan kemiskinan, pertumbuhan, penyerapan tenaga kerja, dan melestarikan lingkungan.

Ketika daya dukung sumber daya alam lingkungan sudah tidak mencapai keseimbangan, maka kehidupan generasi sekarang dan generasi selanjutnya dapat terancam karena kesalahan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, dibutuhkan pemahaman, kesadaran, dan pembelajaran terhadap sesama mengenai kelestarian lingkunga. Konsep ekonomi biru ini dapat menjadi pedoman dalam setiap langkah kegiatan Indonesia dalam pemanfaatan sumber daya alam.

Leave a Reply