Kondisi Masyarakat Pesisir terhadap Perubahan Iklim: Studi Kasus Masyarakat Kepulauan Kei Besar, Maluku Tenggara

Oleh : Yesi Deskayanti

Perubahan iklim telah memberikan dampak buruk yang terlihat secara nyata. Dampak buruk dari perubahan iklim dapat dilihat dari seringnya terjadi bencana alam yang berkaitan dengan iklim, misalnya pergeseran awal musim (hujan atau kemarau), banjir, badai, kekeringan, kebakaran hutan, longsor dan lain sebagainya. Imbas bencana alam yang terjadi akibat iklim akan berpengaruh kepada masyarakat, terutama masyarakat yang masih bergantung dengan sumber daya alam. 

Rata-rata penduduk di Indonesia masih banyak yang bekerja dengan memanfaatkan sumber daya alam, diantaranya petani dan nelayan. Tercatat sebanyak 29,85 juta  penduduk Indonesia bekerja sebagai petani dan 1,34 juta sebagai nelayan. Pekerjaan masyarakat Indonesia sebagai nelayan bukanlah suatu hal yang tak lazim, karena memang negara Indonesia dikelilingi oleh laut yang luas.

Perolehan hasil tangkapan yang dilakukan nelayan sangat bergantung pada kondisi laut, dimana wilayah pesisir sangat rentan terkena dampak perubahan cuaca yang tidak pasti. Apabila kondisi berada pada musim hujan dan cuaca buruk, kemungkinan para nelayan tidak pergi melaut dan begitupun sebaliknya, apabila musim kemarau dan cuaca cerah, nelayan akan pergi menangkap ikan. 

Begitulah kondisi yang menimpa masyarakat di Kepulauan Kei Besar, Maluku Tenggara. Perubahan iklim membawa pengaruh bagi kelangsungan hidup masyarakat sekitar, salah satunya adalah penurunan pendapatan karena cuaca buruk yang tak menentu kerap kali melanda wilayah pesisir dan menahan masyarakat untuk tidak turun ke laut karena besarnya resiko yang ditimbulkan. 

Dengan kondisi yang sering terjadi, terbentuklah masyarakat yang kian sadar dan sedang berupaya menerapkan berbagai strategi penyesuaian guna memenuhi kebutuhan dan memastikan berlangsungnya kegiatan menangkap ikan.

Kepekaan Masyarakat Kepulauan Kei Besar terhadap Perubahan Iklim

Perubahan iklim yang terjadi secara langsung dapat dirasakan oleh masyarakat dengan adanya perubahan kondisi lingkungan sekitar. Perubahan dapat dirasakan masyarakat melalui indera dan diinterpretasikan dengan perubahan siklus penangkapan ikan yang dilakukan masyarakat. Namun, kondisi ini belum menunjukkan adanya perubahan sistem penangkapan yang dilakukan masyarakat, baik cara penangkapan atau alat tangkap yang digunakan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Risyart dkk (2022) terhadap masyarakat Kepulauan Kei yang terkena dampak mengenai perubahan iklim, umumnya masyarakat secara sadar mengetahui perubahan yang terjadi di wilayah pesisir. Hal ini didasarkan pada kesadaran masyarakat terhadap perubahan tersebut yang menimbulkan kerugian bagi mereka. 

Gelombang tinggi yang kerap terjadi mengakibatkan kerusakan pada fasilitas infrastruktur seperti pelabuhan motor dan jalan di daerah pesisir semakin parah. Peningkatan suhu permukaan air laut akan menyebabkan frekuensi badai dan cuaca buruk di laut menjadi lebih sering. Hal ini akan sangat mengganggu aktivitas penangkapan ikan bagi para nelayan. Meskipun situasi ini berpotensi berbahaya bagi mereka, banyak nelayan yang tetap memutuskan untuk berlayar guna mencari ikan dan mencari nafkah. Tradisi konsumsi ikan setiap hari telah mendorong nelayan untuk terus mencari ikan meskipun kondisi alam tidak menentu karena gelombang tinggi dan angin kencang.

Strategi Masyarakat Kepulauan Kei Besar terhadap Perubahan Iklim

Munculnya kondisi perubahan masyarakat pesisir menjadikan masyarakat mengetahui perlu adanya perubahan sistem menyesuaikan dengan keadaan yang terjadi saat ini. Berkaitan dengan hal tersebut, masyarakat Kepulauan Kei Besar sudah mempunyai strategi yang diperkirakan mumpuni untuk dapat dilakukan perbaikan. Terdapat banyak strategi adaptasi yang sebenarnya sudah diketahui masyarakat, misalnya berupa penganekaragaman alat tangkap, diversifikasi kegiatan, perubahan daerah tangkap ikan, pemanfaatan jaringan sosial, dan mobilitas anggota keluarga.

Namun, pada faktanya strategi-strategi yang ada belum dilakukan secara aktif. Hanya terdapat beberapa strategi yang dilakukan secara aktif misalnya perubahan daerah tangkapan, pemanfaatan jaringan sosial, dan mobilitas anggota keluarga itupun hanya dilakukan di beberapa desa yang terdapat di Kepulauan Kei Besar.

Kondisi masyarakat pesisir di Kepulauan Kei Besar menunjukkan bahwa masih adanya kepekaan dan kesadaran masyarakat terhadap perubahan lingkungan sekitar dan paham strategi apa yang perlu dilakukan untuk menghadapi dampak dari perubahan iklim. Namun, implementasi yang dilakukan masih kurang sehingga strategi yang dilakukan dirasa belum cukup. Sebaiknya masyarakat perlu memaksimalkan strategi yang ada, sehingga mampu menghadapi dampak dari permasalahan perubahan iklim.

Leave a Reply