Tingkat Kewaspadaan Masyarakat Pesisir Payangan Kabupaten Jember Terhadap Perubahan Iklim, Apakah Sudah Baik atau Tidak ?

Oleh : Muhammad Khairan Saptari

Perubahan jangka panjang yang terjadi pada pola suhu dan pola cuaca merupakan peristiwa perubahan iklim. Berdasarkan Undang-Undang (UU) No. 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, perubahan iklim adalah berubahnya iklim yang diakibatkan, langsung atau tidak langsung, oleh aktivitas manusia yang menyebabkan perubahan komposisi atmosfer secara global serta perubahan variabilitas iklim alamiah yang teramati pada kurun waktu yang dapat dibandingkan.

Masyarakat pesisir merupakan sebagian dari masyarakat yang terkena getahnya dari peristiwa perubahan iklim ini. Terjadinya peningkatan intensitas cuaca yang ekstrim, pola dari curah hujan yang berubah, dan gelombang laut yang besar akan sangat merugikan masyarakat pesisir, terutama yang memiliki profesi sebagai nelayan. Akan tetapi, dampak perubahan iklim ini meskipun sangat buruk tetap memiliki hikmah yang dapat diambil dari peristiwa ini. Sebagai contoh, masyarakat pesisir Payangan Kabupaten Jember menanggapi periswia perubahan iklim ini dapat menjadi ilmu pengetahuan mengenai perubahan iklim.

Bagi masyarakat pesisir Payangan Kabupaten Jember, pengetahuan lokal mengenai perubahan iklim adalah suatu cara agar masyarakat pesisir dapat bertahan hidup pada kondisi iklim yang tidak dapat diprediksi, meskipun dampak negatif yang diberikan perubahan iklim berdampak buruk pada mereka. Lebih lanjut, budaya yang terdapat pada masyarakat pesisir Payangan Kabupaten Jember pun turut andil, karena budaya yang sudah diturunkan secara turun-temurun menentukan musim datangnya ikan dan adapatasi yang perlu dilakukan masyarakat untuk mengurangi dampak dari perubahan iklim.

Masalah Yang Dapat Disebabkan Perubahan Iklim Untuk Kawasan Pesisir

Perubahan iklim yang tengah terjadi saat ini dapat menimbulkan bencana-bencana yang tidak diinginkan oleh masyarakat pesisir. Kehidupan masyarakat pesisir dapat terancam terkena banjir yang diakibatkan gelombang badai dan banjir yang dapat disebabkan pasang surut air laut. Selain itu, identifikasi badai tropis dapat terjadi karena adanya perubahan iklim.

Perubahan iklim pun dapat berpengaruh terhadap hasil tangkapan ikan masyarakat pesisir, terutama yang berprofesi sebagai nelayan. Perubahan musim yang tidak menentu, seperti musim kemarau yang menjadi lebih panjang dan musim hujan yang lebih pendek dapat mempengaruhi pola penangkapan ikan di kawasan pesisir.

Sumber daya kawasan pesisir pun akan ikut terganggu dengan adaya perubahan iklim ini. Kerusakan ekosistem mangrove, terumbu karang, dan padang lamun yang terdapat di kawasan pesisir. Hal ini tentu saja akan berpengaruh pada sumber daya berkelanjutan, karena sumber daya akan terkuras terlebih dahulu sebelum dapat dimanfaatkan. 

Respon Masyarakat Pesisir Payangan Kabupaten Jember Terhadap Perubahan Iklim

Tidak hanya masalah yang dapat ditimbulkan oleh perubahan iklim, masyarakat pesisir Payangan Kabupaten Jember memiliki pandangan berbeda terhadap perubahan iklim yang di mana mereka melihat perubahan iklim sebagai peristiwa untuk menambah ilmu pengetahuan mereka.

Respon dari masyarakat pesisir Payangan Kabupaten Jember melihat bahwa peristiwa perubahan iklim ini berkesinambungan dengan pengetahuan lokal yang sudah ada secara turun temurun, yaitu berupa budaya dan kepercayaan yang sudah melekat pada daerah tersebut. Sebagai contoh adalah kepercayaan ketika bulan purnama sebagian besar dari nelayan Payangan Kabupaten Jember tidak akan bekerja, karena dapat membahayakan keselamatan nelayan. Lebih lanjut, terdapat budaya untuk menggunakan prakiraan cuaca sebelum berangkat ke laut.

Pengetahuan lokal dari masyarakat pesisir yang sudah cukup baik dalam memahami mengenai perubahan iklim yang sudah terjadi dapat menjadi landasan atau dasar untuk masyarakat kawasan pesisir lainnya mengenai pengetahuan yang diperlukan untuk menghadapi perubahan iklim yang terjadi di kawasan pesisir.

Leave a Reply