Pengelolaan Pesisir: Tinjauan Elemen Kunci untuk Penilaian Kerentanan

Sumber : Coastal Water Pollution Transfers to the Air in Sea Spray Aerosol and Reaches People on Land

Daerah Pesisir merupakan salah satu daerah yang rentan terjadinya perubahan antropogenik. Berdasarkan beberapa studi yang dikaji pada satu jurnal, perubahan yang berada di pesisir menyangkut bahaya akan erosi dan banjir. Bangunan yang berada di 200m dari garis pantai diprediksi selama 50 tahun kedepan akan mengalami kerusakan yang diakibatkan oleh erosi pesisir. Kita harus meningkatkan manajemen secara alami untuk mendiagnosis perubahan lingkungan.

Pada Penelitian di rentang 29 tahun (1994-2023), dari berbagai belahan dunia, para ahli dikonsultasikan, dan melalui metode statistik, variabel-variabel yang paling sering digunakan oleh penulis multidisiplin diidentifikasi. Studi-studi ini dikelompokkan ke dalam kategori: ekologi, geomorfologi, iklim maritim, sosioekonomi, dan legislatif; membentuk kumpulan variabel yang dikategorikan sebagai variabel minimum yang diperlukan, dapat diterima, dan ideal.  Penelitian ini menyajikan perkembangan terkini dalam peraturan pengelolaan pesisir di seluruh dunia, dengan tujuan memberikan gambaran tentang kelemahan dan/atau keunggulan yang ditemukan di setiap negara.

Mengenal Pengelolaan Zona Pesisir Terpadu (ICZM)

Pengelolaan Zona Pesisir Terpadu (ICZM) adalah suatu proses yang didasarkan pada dasar teknis dan ilmiah, dilegitimasi melalui kebijakan publik, dan bertujuan untuk pengelolaan barang publik dan kepentingan masyarakat. Proses ini berorientasi pada pengambilan keputusan untuk kepentingan ekosistem laut pesisir, warisan budaya, lanskap, dan ancaman terhadap unsur-unsur pesisir, seperti sumber daya pesisir, untuk melindungi nyawa dan harta benda manusia dari bencana alam, memperbaiki akses publik ke pantai dan pesisir, mempertahankan atau meningkatkan luas pesisir yang digunakan untuk kegiatan yang bergantung pada air atau terkait air, serta melestarikan situs sejarah dan arkeologi di kawasan pesisir. 

Untuk menilai kerentanan secara akurat dalam pengelolaan pesisir, penting tidak hanya memiliki definisi teknis, tetapi juga memahami implikasi sosial dan politiknya. Pihak berkepentingan biasanya memiliki pendapat dan preferensi yang berbeda terkait keputusan dan tindakan yang akan diadopsi, yang dipengaruhi oleh budaya, konteks, pengetahuan, dan keyakinan mereka. Akan ada yang hanya ingin mempertahankan proses alamiah, yang ingin mempertahankan keadaan saat ini, atau yang ingin beralih ke keadaan yang lebih diinginkan.

Setiap negara maupun badan pengawasan memiliki aturan yang berbeda dalam mengelola kawasan pesisir. Di spanyol kawasan pesisir merupakan tempat yang penting untuk ekonomi dan konsentrasi demograpik. Pada 2010, hampir setengah populasinya hidup di pesisir, sehingga menciptakan regulasi baru untuk mengatur keseimbangan antara manusia dengan lingkungannya. Permasalahan yang muncul dari kebijakan ini adalah penerapan yang tidak konsisten dan kurang koordinasi antara kebijakan dan pihak yang bertanggung jawab. 

Pengaruh Kerapuhan Pesisir

Indeks kerapuhan pesisir (Coastal Vulnerability Index/CVI) adalah metrik tanpa dimensi yang menyederhanakan parameter-parameter kompleks dan interaktif menjadi bentuk yang mudah dipahami dan berguna sebagai alat manajemen. CVI dijadikan sebuah alat mengidentifikasi secara spasial elemen-elemen (manusia, infrastruktur, dan area) yang rentan terhadap kerusakan akibat perubahan pesisir. Metrik ini memudahkan untuk pengambilan keputusan dalam manajemen pesisir. Komponen yang digunakan untuk menentukan indeks kerapuhan mencakup parameter, sosial, parameter fisik, parameter ekologis. 

Pada awal 1970-an sistem penilaian kerapuhan pesisir diperkenalkan secara luas. Metode yang digunakan berupa memperoleh hasil dari persamaan kombinasi dari sub-indek yang mewakili nilai variabel-variabel yang dipertimbangkan. Lalu, menghitung jumlah dari sub-indeks dengan bobot yang ditetapkan per komponen, dengan akhir menentukan akar kuadrat atau pembagian dengan jumlah indikator yang digunakan. Kerusakan akibat perubahan pesisir. Metrik ini memudahkan untuk pengambilan keputusan dalam manajemen pesisir. Komponen yang digunakan untuk menentukan indeks kerapuhan mencakup parameter, sosial, parameter fisik, parameter ekologis. 

Pada saat ini banyak studi kerapuhan yang hanya berfokus pada satu area atau terbatas pada analisis beberapa variabel, sehingga hasil analisis dirasa inkonsisten dalam pemilihan variabel. Masih ada beberapa penelitian yang masih mengikuti CVI yang diusulkan Gornitz 30 tahun lalu. Penilaian kerapuhan akan lebih presisi jika menggunakan lebih banyak variabel, namun dengan mematenkan variabel apa saja yang digunakan. 

Writer : Marine and Coastal Policy Research Bureau

Leave a Reply