Keadaan Laut Semakin Mencekik! Ancaman bagi Biota Laut di Tengah Perubahan Iklim Global

Oleh : Raffy Revanza Alfarez

Sama halnya seperti biota-biota yang ada di darat, biota laut pun memerlukan oksigen sebagai kebutuhan bernapas mereka. Laut menyediakan oksigen dalam bentuk gas yang ikut terlarut dalam air atau biasa juga disebut sebagai Dissolved Oxygen. Akan tetapi, di tengah isu perubahan iklim yang semakin kencang, ancaman biota laut semakin nyata.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan baru-baru ini, para ilmuwan menunjukkan penurunan kadar oksigen secara konstan setiap tahunnya dan bahkan menunjukkan peningkatan kecepatan penurunan kadar oksigen terlarut dalam air laut.

Sebelumnya, para peneliti memperkirakan bahwa keadaan laut akan semakin mencekik bagi biota laut yang tinggal di dalamnya karena sekitar 70 % dari total luas laut seluruh dunia akan kehilangan kemampuannya dalam mengikat oksigen di dalam air. 

Dampaknya akan terasa sangat nyata, khususnya bagi ekosistem laut secara global. Terumbu karang akan mati perlahan di seluruh bagian bumi, biota laut seperti ikan-ikan kecil akan kesulitan mencari makanan, dan masih banyak lagi. Proses hilangnya kemampuan laut dalam mengikat oksigen oleh para ahli disebut sebagai Ocean Deoxygenation. 

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Gong et.al. pada tahun 2021 menunjukkan fakta dari hasil modelling yang ia dan timnya lakukan, bahwa di bagian laut tengah (200 – 1.000 meter) telah terjadi jumlah penurunan oksigen yang sangat drastis dan diperkirakan hal tersebut akan mempengaruhi sebaran ikan secara global. 

Gong dan timnya mengatakan bahwa peningkatan kecepatan penurunan oksigen terlarut dalam bagian laut tengah mulai meningkat dari tahun 2021 dan diperkirakan dalam hasil modellingnya pada tahun 2080, seluruh bagian laut dunia, baik permukaan – laut dalam akan terjadi deoxygenation yang parah.

Di dalam temuannya pula didapatkan bahwa daerah-daerah yang mendekati wilayah kutub, seperti Samudra Pasifik Barat dan Utara serta perairan laut selatan menunjukkan tingkat penurunan kadar oksigen yang lebih tinggi dibandingkan wilayah laut lainnya. Meskipun, para peneliti juga belum yakin apa penyebab lain dari penurunan yang semakin cepat di wilayah yang mendekati kutub bumi, selain dari peningkatan suhu global.

Leave a Reply