Systematic review of suspended sediment effects on aquatic organisms across taxa, developmental stages, and endpoints

Sumber : https://www.researchgate.net/figure/Schematic-representation-of-sediment-transport-model-a-Diagram-showing-the-river-load_fig1_362519428

Sedimen tersuspensi merupakan salah satu komponen penting dalam sistem oseanografi dan geologi kelautan karena keberadaannya sangat mempengaruhi dinamika lingkungan pesisir dan laut dangkal. Sedimen ini berasal dari berbagai sumber alami seperti aliran sungai, limpasan daratan, erosi pantai, serta resuspensi sedimen dasar akibat gelombang dan arus. Selain itu, aktivitas manusia seperti pengerukan pembangunan infrastruktur lepas pantai, serta penangkapan ikan menggunakan alat tangkap dasar turut meningkatkan konsentrasi sedimen tersuspensi di kolom air. Sedimen yang berada dalam kondisi tersuspensi mengalami proses fisik yang kompleks seperti koagulasi, flokulasi, transport vertikal dan horizontal, sedimentasi, serta resuspensi kembali, sehingga distribusi dan waktu tinggal partikel di kolom air sangat dipengaruhi oleh kondisi hidrodinamika perairan. Proses-proses ini menunjukkan bahwa suspended sediment tidak hanya menjadi bagian dari sistem transport sedimen, tetapi juga memiliki keterkaitan langsung dengan perubahan kualitas lingkungan laut dan stabilitas ekosistem pesisir

Sedimen Tersuspensi dalam Sistem Transport dan Sedimentasi Laut

Sedimen tersuspensi merupakan material geologi yang bergerak secara dinamis dalam sistem sedimentasi laut. Keberadaan partikel sedimen dalam kolom air berperan besar dalam meningkatkan kekeruhan, menurunkan penetrasi cahaya, serta mempengaruhi produktivitas primer di zona fotik. Kondisi ini sering terjadi pada wilayah pesisir yang mengalami tekanan pembangunan dan eksploitasi sumber daya laut. Sedimen yang terangkat dari dasar laut akibat aktivitas trawling maupun dredging menyebabkan gangguan pada stabilitas substrat bentik dan mempercepat terjadinya resuspensi sedimen dalam skala luas. Peningkatan suspended solids dalam perairan dapat mengubah kualitas air secara signifikan dan berdampak pada berbagai organisme akuatik, baik secara fisiologis maupun ekologis.. Sedimen tersuspensi juga mempengaruhi keseimbangan sediment budget serta pola deposisi sedimen di wilayah shelf, estuari, maupun delta. Proses transport sedimen menjadi salah satu mekanisme utama yang menghubungkan dinamika geologi dasar laut dengan perubahan ekologis pada lingkungan pesisir.

Pengaruh Sedimen Tersuspensi terhadap Organisme Laut di Lingkungan Pesisir

Organisme laut yang hidup di wilayah pesisir dan estuari sangat rentan terhadap peningkatan sedimen tersuspensi karena habitat tersebut merupakan zona utama terjadinya deposisi dan resuspensi sedimen. Konsentrasi sedimen tersuspensi yang relatif rendah pun dapat memicu gangguan fisiologis pada organisme bentik seperti bivalvia, terutama dalam bentuk kerusakan insang dan penurunan kemampuan filtrasi. Kondisi ini berpengaruh terhadap fungsi ekologis organisme filter feeder yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir .Sedimen tersuspensi juga mempengaruhi ikan dan organisme nektonik melalui gangguan pernapasan, penurunan kemampuan foraging, serta stres fisiologis pada tahap perkembangan awal. Partikel sedimen halus dengan ukuran kurang dari 63 μm memiliki dampak yang lebih besar karena mampu bertahan lebih lama dalam kolom air dan mudah tertransportasi jauh dari sumbernya, sehingga area paparan menjadi lebih luas. Proses flokulasi yang terjadi di estuari juga menentukan settling velocity partikel sedimen, sehingga distribusi deposisi sedimen di lingkungan pesisir sangat dipengaruhi oleh karakteristik agregasi partikel.

Writer : Marine Geology and Sedimentation Bureau

Leave a Reply