Oleh: Muhammad Khairan Saptari
Indonesia merupakan salah satu negara penyumbang emisi karbon terbesar di dunia. Terdapat banyak faktor yang menyebabkan kenaikan emisi karbon di Indonesia, seperti volume kendaraan di Indonesia yang berlebihan, penggunaan energi listrik, kegiatan industri, dan faktor lainnya. Hal ini menjadi tantangan untuk Indonesia dalam mengurangi emisi karbon yang terdapat di atmosfer.
Indonesia memiliki tujuan untuk mencapai nol emisi karbon di tahun 2060. Oleh karena itu, peran ekosistem mangrove di Indonesia memiliki peran yang signifikan, karena kemampuan mangrove dalam penyerapan karbon yang terdapat di atmosfer. Ekosistem mangrove yang ada di Indonesia berpotensi untuk menyerap 52,85 ton karbon dioksida per hektar per tahun. Nilai ini merupakan nilai yang tinggi dibandingkan dengan estimasi global (26,42 ton karbon dioksida per hektar per tahun).
Namun sayangnya banyaknya peristiwa perubahan penggunaan lahan di Indonesia menyebabkan ekosistem mangrove di Indonesia. Hal ini menyebabkan, mangrove yang pada awalnya menyerap emisi karbon menjadi penyumbang karbon. Kerusakan pada ekosistem mangrove dapat melepaskan karbon yang diserap oleh mangrove, sehingga karbon yang sebelumnya disimpan akan terlepas ke atmosfer.
Penyebab Terjadinya Pelepasan Emisi Karbon Dari Ekosistem Mangrove
Indonesia merupakan negara dengan luas mangrove seluas 3 juta hektar, luas ini merupakan seperempat dari luas ekosistem mangrove yang terdapat di dunia. Akan tetapi, ekosistem mangrove di Indonesia saat ini mengalami tekanan dari pengembangan akuakultur dan pertanian.
Terjadinya penggalian tanah untuk pengembangan akuakultur dan pembangunan pertanian membuat ekosistem mangrove menjadi semakin terasingkan. Meskipun, ekosistem ini memiliki manfaat dalam penyerapan karbon. Tidak hanya itu, banyaknya masyarakat setempat yang mengeksploitasi mangrove dan perluasan pemukiman masyarakat pun berperan dalam rusaknya ekosistem mangrove.
Sumber karbon tanah dari mangrove berada pada lapisan pertama tumbuhan mangrove. Hal ini menyebabkan peran mangrove yang seharusnya dapat menjadi penyerap emisi karbon atmosfer berubah menjadi penyumbang emisi karbon di atmosfer. Potensi penyimpanan karbon yang terdapat pada substrat mangrove sangat lah besar. Hal ini dikarenakan terjadinya kerusakan ekosistem mangrove, sehingga menganggu kemampuan mangrove dalam menyerap dan menyimpan karbon.
Dampak Pelepasan Emisi Karbon Ekosistem Mangrove
Terjadinya fenomana kerusakan ekosistem mangrove di Indonesia, akan sangat berdampak pada wilayah perairan tersebut. Ekosistem mangrove yang rusak dapat melepaskan emisi karbon yang sudah disimpannya. Akibat dari fenomena tersebut adalah terjadinya menurunnya kualitas air dan terjadinya peningkatan pemanasan global.
Menurunnya kualitas air yang disebabkan pelepasan emisi karbon dari ekosistem karbon akan merusak kehidupan di bawah laut juga. Selanjutnya, emisi karbon yang kembali ke atmosfer akan membuat pemanasan global semakin meningkat yang dapat menyebabkan terjadinya kenaikan suhu di laut.
Dampak dari pelepasan emisi karbon mangrove sangat lah buruk, sehingga diperlukan rehabilitas untuk wilayah yang memiliki kerusakan pada ekosistem mangrove. Tidak hanya itu, mangrove yang pada seharusnya dapat menguntungkan karena memiliki kemampuan untuk menyerap karbon dapat menjadi merugika jika kelestariannya tidak dijaga. Oleh karena itu, aktivitas masyarakat dan perubahan penggunaan lahan yang dapat merusak ekosistem mangrove di Indonesia harus dapat ditindak tegas agar tidak memperburuk fenomena perubahan iklim.










