Justifikasi International Maritime Organization (IMO) Mengenai Dampak Kapal Kontainer Terhadap Reduksi Emisi

Penulis : Nabilla Azka Putri – Biro MCPR

Perusahaan pelayaran saat ini telah berhasil mengemukakan peluang emas bagi optimasi penghematan bahan bakar melalui sebuah laporan yang disponsori oleh IMO. Melalui laporan ini, disoroti bahwa dalam jumlah pelayaran yang relatif kecil, industri perkapalan dapat mengurangi emisi karbon menggunakan teknologi masa depan yang berbasis bahan bakar alternatif dan potensi pengasaman laut pun dapat diredam. Dalam teknisnya, konsep “Just in Time” akan digunakan dan mengharuskan kapal laut untuk mengoptimalkan kecepatan pelayaran guna mengurangi penumpukan kapal yang menunggu di pelabuhan. Dengan begitu, akumulasi emisi karbon dalam air laut pun akan berkurang drastis.

Laporan hasil penelitian yang disponsori IMO pun menyoroti bahwa kapal kontainer dapat mengurangi konsumsi bahan bakar dan hanya menghasilkan emisi karbon dioksida hingga 14 persen untuk setiap perjalanannya. Analisis juga menunjukkan bahwa 50 persen dari potensi penghematan bahan bakar dapat dicapai dengan berfokus pada subset pelayaran yang relatif kecil (8,5 persen untuk total pelayaran, 6,5 persen untuk 24 jam terakhir, dan 3,2 persen untuk 12 jam terakhir). Menurut para peneliti, pelayaran dengan konsep ini merupakan promotor utama bagi bidang industri untuk segera mengurangi emisi karbon. Untuk membuktikan lebih jauh, sebuah penelitian yang dilakukan oleh MarineTraffic and Energy and Environmental Research Associates telah menganalisis 339.390 pelayaran kapal peti kemas pada tahun 2019 dan menghitung bahwa kapal-kapal ini mengkonsumsi 43,97 juta metrik ton bahan bakar setelah menggunakan konsep pelayaran Just in Time.

Melalui riset ini dapat disimpulkan bahwa penelitian di ranah kelautan telah berhasil menguak potensi untuk menghasilkan penghematan yang signifikan melalui penerapan strategi Just in Time. Namun, untuk mewujudkan konsep ini,  jelas bahwa kesinergisan antara jalur pelayaran, pelabuhan, dan terminal akan diperlukan. Artinya, penelitian tambahan untuk melandasi diberlakukannya konsep Just in Time ini tentu diperlukan utamanya terhadap pelayaran dengan persentase kecil yang diatur agar mampu mengurangi sebanyak mungkin emisi.

Leave a Reply