Kebakaran Kapal di Filipina, Satu ABK Menjadi Korban Jiwa

Oleh : Bayu Maulana Faisal – Biro MCPR

Rancangan keamanan kapal merupakan rencana keamanan yang di kembangkan dari hasil penilaian keamanan untuk memastikan bahwa penerapan langkah-langkah keamanan diatas kapal yang dirancang dapat diterapkan untuk melindungi orang, muatan, peralatan angkut muatan, gudang perbekalan kapal dari risiko suatu gangguan. Namun hal ini berbanding terbalik dengan kejadian kapal terbakar di Filipina. Dilansir dari darilaut.id Kapal motor M/V General Romulo terbakar di perairan Talisay City, Cebu, Filipina. Seorang anak buah kapal (ABK) dilaporkan tewas dan tiga korban mengalami luka-luka. Insiden ini terjadi pada Minggu (17/4). Coast Guard Sub-Station (CGSS) Talisay menerima informasi bahwa M/V General Romulo, sebuah kapal kontainer dan kapal domestik, terbakar saat berlabuh di perairan sekitar Talisay City. Disebutkan bahwa penyebab kebakaran belum diketahui.

Pentingnya keamanan dalam transportasi laut menjadi fokus pemerintah untuk mengurangi kejadian serupa terjadi di Indonesia. Penanganan yang tepat dan cepat dibutuhkan dalam hal ini. Apalagi bahwa kejadian tersebut merenggut setidaknya satu orang korban jiwa. Kasus kebakaran kapal yang serupa sempat terjadi di Pelabuhan Kota Tegal, Jawa Tengah awal tahun 2022. Satu unit kapal tangkap jenis jaring berkantong yang sedang bersandar tiba-tiba terbakar. Untungnya, pada kejadian di Kota Tegal, tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Tegal dengan sigap dikerahkan untuk memadamkan api.

Untuk meminimalisir kejadian berulang terjadi, beberapa langkah perlu diambil pemerintah. Salah satunya adalah dengan pengecekan secara berkala sistem keamanan kapal, dan optimalisasi penyebaran informasi untuk tanggap ditindaklanjuti oleh lembaga yang menanggulangi bencana seperti kejadian kebakaran kapal.

This Post Has One Comment

  1. Bagaimana dukungan diberikan kepada keluarga korban yang telah kehilangan anggota keluarga mereka dalam kebakaran ini?

Leave a Reply