Kupas Tuntas Realita Jangkauan Sampah Plastik Laut

Oleh : Nabilla Azka Putri – Biro MCPR

Sebuah penelitian baru yang dipimpin oleh Universitas Kyushu memperkirakan bahwa terdapat sekitar 25.3 juta metrik ton sampah plastik laut. Adapun total ini diperkirakan hanya mewakili 10% dari total yang sebenarnya. Hal ini dapat terjadi karena total sampah plastik laut yang berhasil diidentifikasi oleh para peneliti hanya berasal dari lapisan permukaan atau dasar laut yang tidak terlalu dalam. Padahal, mereka meyakini bahwa sampah plastik telah menjangkau kawasan laut yang jauh lebih kompleks bahkan hingga ke titik yang belum dapat diakses oleh manusia. Menanggapi hasil penelitian ini, Atsuhiko Isobe, seorang profesor dari Universitas Kyushu menyatakan bahwa “Untuk menilai jumlah dan keberadaan sampah plastik di seluruh lautan yang ada di planet Bumi, kita harus menganalisis seluruh proses penggunaan setiap jenis sampah plastik dari mulai produksi hingga berakhir menjadi fragmen-fragmen buangan di laut. Sehingga, seluruh total dari sampah plastik di laut dapat dideteksi dan diidentifikasi dengan lebih baik.”

Untuk menghadapi kendala identifikasi dari lokasi dan total sampah plastik di bagian laut yang terselubung, tim penelitian Atsuhiko Isobe pun melakukan rancangan model untuk simulasi proses persebaran sampah plastik laut. Dalam simulasi ini, mereka melakukan penggambaran tentang bagaimana plastik dapat rusak termakan usia kemudian tersebar ke bagian-bagian laut berdasarkan data arah dan kecepatan tiupan angin. Dari hasil simulasi yang mereka lakukan, diketahui bahwa nilai total mikroplastik di permukaan laut yang saat ini diketahui hanya mewakili 3% dari keseluruhan total sampah plastik laut yang sebenarnya ada. Secara lebih lanjut, simulasi ini menunjukkan bahwa ⅔ dari sampah plastik laut kemungkinan tersebar di lokasi yang tidak dapat diakses karena mengendap di dasar laut yang sangat dalam. Dimana, jenis plastik yang kemungkinan mengendap ini adalah polyethylene terephthalate (PET) dan polyvinyl chloride (PVC).

Kondisi ini patut untuk menjadi puncak prioritas pembahasan karena kemungkinan di masa depan akumulasi sampah plastik di laut dapat meningkat hingga dua puluh kali lipat dari total saat ini. Apabila akumulasi ini berlangsung di tengah keterbatasan manusia dalam mengidentifikasi dan mengelola total sampah plastik sayang sudah ada, maka polusi air laut dapat mengalami krisis yang jauh lebih buruk. Perlu diingat, dampak yang ditimbulkan dari pencemaran laut tidak hanya akan menjangkau biota yang ada di dalamnya saja. Manusia dan organisme lain di daratan pun secara langsung akan terdampak.

Leave a Reply